Identifikasi Teori TOWS
Pustakawan Ahli Madya
Pengantar
|
P |
ada janji politiknya pada saat
kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera
Utara terpilih telah menetapkan janjinya yang selanjutnya dituangkan dalam VISI
dan MISI Pemerintah Provinsi Sumatera Utara 2018 -2023 adapun janji (VISI dan
MISI) tersebut adalah:
VISI
" Sumatera Utara Yang Maju, Aman dan Bermartabat "
MISI
- Mewujudkan
Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Kehidupan karena memiliki
iman dan taqwa, tersedianya sandang pangan yang cukup, rumah yang layak,
pendidikan yang baik, kesehatan yang prima, mata pencaharian yang menyenangkan,
serta harga-harga yang terjangkau.
- Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang
Bermartabat Dalam Politik dengan adanya pemerintahan yang bersih
dan dicintai, tata kelola pemerintah yang baik, adil, terpercaya, politik
yang beretika, masyarakat yang berwawasan kebangsaan, dan memiliki kohesi
sosial yang kuat serta harmonis.
- Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang
Bermartabat Dalam Pendidikan karena masyarakatnya yang
terpelajar, berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing, dan mandiri.
- Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang
Bermartabat Dalam Pergaulan karena terbebas dari judi,
narkoba, prostitusi, dan penyeludupan, sehingga menjadi teladan di Asia
Tenggara dan Dunia.
- Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Lingkungan karena
ekologinya yang terjaga, alamnya yang bersih dan indah, penduduknya yang
ramah, berbudaya, berperikemanusiaan, dan beradab.
Berdasarkan
Visi dan Misi tersebut, telah ditetapkan Prioritas Pembangunan yang di
focuskan/ ditujukan pada :
- Peningkatan
kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan.
- Peningkatan
dan pemenuhan akses pendidikan.
- Pembangunan
infrastruktur yang baik dan berwawasan lingkungan.
- Penyediaan
layanan kesehatan yang berkualitas.
- Peningkatan
daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi adalah salah
satu institusi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi
Sumatera sesuai dengan Peraturan Daerah Sumatera Utara Nomor 6 Tahun 2016
dengan tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perpustakaan
dan arsip, akan melaksanakan Visi dan
Misi Provinsi Sumatera Utara 2018-2023 yaitu MISI yang ketiga Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang
Bermartabat Dalam Pendidikan karena masyarakatnya yang terpelajar,
berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing, dan mandiri. Sesuai
prioritas pembangunan yang telah ditetapkan yaitu Peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan.
Untuk itu mendukung tercapainya VISI
dan MISI Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Dinas Perpustakaan dan
Arsip Provinsi Sumatera Utara menuangkan Visi dan Misi, dalam rangka meningkatkan
dan pemenuhan akses pendidikan di Sumatera Utara.
Menjadi Lembaga Pembina dan Pengembang Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi yang Profesional
MISI
1. Mengumpulkan dan menyelamatkan karya cetak, karya rekam, karya
tulis dan naskah-naskah /dokumen sebagai hasil karya budaya bangsa.
2.
Meningkatkan promosi gemar budaya baca dan masyarakat sadar arsip.
3. Meningkatkan pelayanan bagi pemustaka, pengguna arsip yangberbasis
teknologi informasi guna mendukung kegiatan menulis, meneliti, berdiskusi dan
wisata baca.
4. Meningkatkan pembinaan dan pengembangan semua jenisperpustakaan
dan kearsipan pada instansi pemerintah, BUMD, Swasta dan masyarakat.
5. Mendorong pengembangan kualitas sumber daya manusia guna mendukung
tata pemerintahan yang baik.
Sumber: http://disperpusip.sumutprov.go.id/visi-dan-misi/
A.
PEMBAHASAN
Sesuai
dengan Diklat yang diikuti saat ini “Promosi Perpustakaan Berbasis Digital”, maka
dalam pembahasan selanjutnya yang akan dipaparkan adalah Dinas Perpustakaan dan
Arsip dalam konteks Dinas Perpustakaan dan Arsip sebagai Lembaga Perpustakaan.
Dimana sesuai dengan fungsinya perpustakaan memberikan pelayanan perpustakaan
kepada masyarakat penggunanya.
VISI Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera
Utara
“Menjadi Lembaga Pembina dan Pengembang Perpustakaan, Kearsipan dan
Dokumentasi yang Profesional”
MISI Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera
Utara
1.
Mengumpulkan
dan menyelamatkan karya cetak, karya rekam, karya tulis dan naskah-naskah
/dokumen sebagai hasil karya budaya bangsa.
2.
Meningkatkan
promosi gemar budaya baca dan masyarakat sadar arsip.
3.
Meningkatkan
pelayanan bagi pemustaka, pengguna arsip yang berbasis teknologi informasi guna
mendukung kegiatan menulis, meneliti, berdiskusi dan wisata baca.
4.
Meningkatkan
pembinaan dan pengembangan semua jenisperpustakaan dan kearsipan pada instansi
pemerintah, BUMD, Swasta dan masyarakat.
5.
Mendorong
pengembangan kualitas sumber daya manusia guna mendukung tata pemerintahan yang
baik.
a. Identifikasi Visi dan Misi (Disperpusip Provsu)
1. Bahwa Dinas
Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara merupakan Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) yang melaksanakan tugas-tugas pemerintahan daerah
2. Bahwa Dinas Perpustakaan
dan Arsip Provinsi Sumatera dalam melaksanakan tujuan organisasinya harus
mendukung Visi dan Misi Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) Sumatera
Utara yang merupakan janji politik pada saat kampanye PILKADA.
3. Bahwa Dinas
Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, dalam pelaksanaan tugas nya
dalam bidang perpustakaan dimana perpustakaan merupakan lembaga pendidikan non
formal
4.
Maka sesuai dengan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur, Dinas
Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya memfokuskan pada MISI yang ketiga Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang
Bermartabat Dalam Pendidikan karena masyarakatnya yang terpelajar,
berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing, dan mandiri. Sesuai
prioritas pembangunan yang telah ditetapkan yaitu Peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan.
b. Analisis Segmentasi Pasar dari Perpustakaan (Disperpusip Provsu)
Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan
Arsip Provinsi Sumatera berada pada pusat ibukota provinsi Sumatera Utara yaitu
kota Medan beralamat Jl. Sultan Ma’mum Ar Rasyid No. 45 Medan, dapat dijangkau
dengan menggunakan angkutan umum maupun angkutan pribadi. Posisi strategis
berada pada dua akses jalan yang mengapit gedung perpustakaan, sebelah kiri
jalan Mesjid Raya, depan jalan Sultan Ma’mun Ar Rasyid, dan juga berada pada daerah
kawasan wisata sejarah Istana Maimoon dibagian depan dan Masjid Raya Al Manshun
dibagian belakang yang merupakan bangunan yang bersifat Heritage.
Perpustakaan
Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara penggunanya dominan adalah
penduduk kota Medan atau penduduk luar medan yang domisili sementara waktu di Medan
(seperti : Mahasiswa). Bila melihat data BPS kota Medan Jumlah Penduduk Kota
Medan adalah 2.279.894 terdiri dari 1.25.267 laki-laki, 1.154.627 perempuan, (BPS Kota Medan, 2019). Sedangkan dari
populasi tersebut menurut data BPS Provinsi Sumatera Angka Partisipasi Murni
(APM) berdasarkan pendidikan untuk SD 93,26%, SMP 79,88%, SLTA 61,79%, PT
40,26%. (BPS Kota Prov. Sumut, 2019)
Mengingat
untuk menjangkau perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera
Utara harus memanfaatkan angkutan umum maupun angkutan pribadi maka yang
dominan pengunjung/pengguna perpustakaan yang datang untuk membaca ke
perpustakaan (read on the spot) adalah dari kelompok Pelajar SLTA dan
Mahasiswa, sedangkan dari kelompok SD dan SMP masih butuh pendampingan untuk
datang ke perpustakaan. Dengan demikian segmentasi pasar dari perpustakaan
Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Utara adalah Pelajar (SLTA), Mahasiswa dan
pengguna masyarakat umum lainnya seperti dosen, pegawai dan lain-lain, dapat
dikatakan pengguna kategori dewasa rentang usia enam belas tahun ke atas,
walaupun ada kunjungan pustaka dari siswa taman kanak yang secara berkelompok
dari masing sekolahnya yang didampingi oleh guru pembimbing.
c. Analisis TOWS
Analisis TOWS
adalah suatu teknik perencanaan strategi yang bermanfaat untuk mengevaluasi
ancaman (threat), peluang (opportunity), kelemahan (weakness), dan kekuatan (strength).
Terdapat
4 (empat) komponen dasar pada analisis TOWS, yaitu:
Ø T: Threat atau
ancaman. Threat adalah
keberadaan ancaman-ancaman apa saja yang mungkin akan dihadapi oleh sebuah
lembaga dalam perjalanannya, yang mana dapat menghambat perkembangan dari
perusahaan Anda.
Ø O: Opportunity atau
peluang. Opportunity adalah
peluang-peluang apa saja yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk lembaga agar bisa
makin berkembang nantinya.
Ø W: Weakness atau
kelemahan. Weakness adalah
salah satu karakteristik yang dapat menentukan kelemahan yang ada pada lembaga.
Ø S: Strength atau
kekuatan. Komponen Strength ini
adalah suatu karakteristik yang dapat memberikan keuntungan atau kelebihan
dibandingkan dengan yang lainnya.
Dari
empat komponen di atas, analisis TOWS dapat dibagi menjadi dua faktor yaitu; faktor eksternal dan faktor internal.
Faktor eksternal meliputi threat (ancaman) dan opportunity (peluang),
sedangkan faktor internal di sini meliputi weakness (kelemahan)
dan strength (kekuatan).
Berikut
Analisis TOWS Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara.
|
Faktor-faktor eksternal |
Ancaman/Threat |
Peluang/Oportunity |
|
Lokasi
|
-
Kehadiran perpustakaan virtual/digital library
yang bisa diakses melalui smart phone -
Toko Buku -
Google Books |
-
Akses ke perpustakaan yang mudah berada pada dua
jalur jalan
-
Lokasi Perpustakaan yang berada pada
area objek wisata sejarah (istana Maimon dan Mesjid Raya Al Manshun) sehinga
apabila orang berkunjung / mengetahui Objek Wisata tersebut maka orang akan
melihat dan menemukan gedung perpustakaan |
|
Faktor-faktor internal |
Kelemahan/Weaknes |
Kekuatan/Strength |
|
Sistem pelayanan dan
pengolahan bahan pustaka.
|
-
Jumlah bahan
pustaka masih kurang, baik judul dan eksemplarnya. -
Jumlah komputer
untuk katalog elektronik (OPAC) masih kurang. -
Data koleksi
buku dan bahan pustaka belum dilengkapi anotasi/abstrak. -
Sikap staf
pelayanan yang dirasakan kurang ramah kepada pengunjung (pemustaka) |
- Sistem pelayanan dan pengolahan bahan pustaka sudah
terkomputerisasi dan terintegrasi (dengan
sistem Inlislite), Memudahkan pencarian
buku, dan dapat diketahui buku yang dipinjam, serta dapat menghitung jumlah
peminjaman buku dan mendata buku yang sering dipinjam. |
|
Layanan perpustakaan
digital. |
-
Jumlah komputer
di ruang internet dan ruang
layanan baca digital masih kurang. -
Kualitas
pegawai tetap yang memiliki latar belakang pendidikan Information Technology
(IT) masih rendah. -
Tidak semua
penggguna berkemampuan IT - Kualitas jaringan WIFI Hotspot kurang bagus. Bandwith jaringan internet
masih rendah |
- Memiliki fasilitas internet dan ruang layanan baca
digital Memiliki web site di internet dan sudah memiliki virtual library (ipusda sumut) dan e-book sehingga informasi dan layanan perpustakaan dapat
lebih meluas dinikmati baik oleh pengunjung (pemustaka) |
|
Ruang pelayanan (ruang baca
dan ruang koleksi) |
-
Ruang baca
menjadi ribut bila ada
pengguna yang berdiskusi kelompok -
Suara ribut
dari luar
perpustaka an terdengar sampai ke dalam perpustakaan Belum ada
ruang diskusi bagi pemustaka |
-
Luas dan
kondisi ruang baca cukup baik. -
Furniture (meja
dan kursi) cukup baik. |
|
Adanya fasilitas ‘saran’ di
dalam katalog elektronik.
|
-
Kurangnya
jumlah pegawai yang
tetap(khusus) menangani saran, sehingga jawaban bagi kritik dan saran tersebut jadi terlambat. |
-
Memiliki
jalinan komunikasi yang baik dengan pengguna, kritik dan saran mereka dapat menjadi evaluasi bagi perpustakaan.
|
|
Jumlah pegawai |
-
Kompetensi
pegawai untuk bagian IT masih kurang, apalagi jika virtual library dan path finder
library akan dikembangkan.
|
-
Prestasi dan
motivasi kerja pegawai umumnya cukup baik (kerajinan, kejujuran) -
Beberapa
pegawai telah mengikuti pelatihan bersertifikat untuk bidang perpustakaan dan
Teknologi Informasi. -
Semua staf
disertakan dalam kegiatan kursus pengetahuan dasar komputer |
d. Peluang yang
dapat digunakan dalam promosi melalui media sosial
Keberhasilan
suatu perpustakaan dalam mencapai tujuannya yaitu dimanfaatkannya perpustakaan
oleh masyarakat pengguna perpustakaan (pemustaka). Ada dua kelompok masyarakat
pengguna perpustakaan (pemustaka) yang pertama adalah actual
user yaitu masyarakat (pemustaka)
yang sudah aktif menggunakan atau memanfaatkan perpustakaan, sedangakan yang
kedua disebut potensial user yaitu masyarakat yang seharusnya dilayani oleh
sebuah perpustakaan tapi belum/tidak aktif memanfaatkan perpustakaan.
Dari
kedua kelompok tersebut pihak perpustakaan harus selalu aktif mempengaruhi atau
menarik perhatian pemustaka untuk mau menggunakan/memanfaatkan perpustakaan,
karena sebaik dan selengkap apapun sebuah perpustakaan tanpa digunakan oleh
pemustaka tidak lah berarti kehadirannya ditengah-tengah masyarakat, oleh karena tujuan dari penyelenggaraan
perpustakaan adalah sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi
masyarakat.
Dari
uraian teori TOWS terhadap kondisi pada Dinas Perpustakaan dan Arip Provinsi
Sumatera Utara seperti yang telah diuraikan tersebut diatas berikut peluang
yang dapat digunakan dalam promosi melalui media sosial:
Ø Kemudahan akses ke perpustakaan yang sangat mudah dimana perpustakaan berada pada dua jalur jalan (sudut dua jalan) yakni jalan Sultan Ma’mun Ar Rasyid pada bagian depan dan jalan Mesjid Raya Al Manshun pada bagian kanan gedung. HaL ini dapat dimanfaatkan menjadi Tagline “Perpustakaan yang di depannya ada Istana Maimoon, karena Istana Maimon sudah banyak dikenal sehingga bisa maksimal di dalam SEO. (Search Engine Optimization)
Ø Lokasi Perpustakaan yang berada pada area objek wisata sejarah (istana Maimon dan Mesjid Raya Al Manshun) sehinga apabila orang berkunjung /mengetahui Objek Wisata tersebut maka orang akan melihat dan menemukan gedung perpustakaan. Objek wisata ini mempunyai daya tarik bagi masyarakat. Maka disini perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara dapat menggandeng pihak pengelola istana Maimon untuk secara bersama-sama membuat event wisata dan kunjung pustaka, dimana pengunjung yang datang ke Istana Maimoon diarahkan untuk dapat mengetahui informasi lebih banyak lagi tentang kerajaan Melayu Sultan Deli dapat mencari informasinya pada perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara yang berada persis di depan istana Maimoon. Selanjutnya dibuat konten-konten yang bertemakan budaya melayu dan disebarkan melalui media sosial.
e.Media sosial yang paling cocok digunakan
untuk promosi perpusatakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera
Utara
Media sosial adalah
merupakan media digital yang pada awalnya dimanfaatkan sebagai media komunikasi
dan kemudian seiiring dengan perkembangan teknologi informasi dan berkembangnya
berbagai macam platform media sosial dan kemampuan serta fasilitas yang
diberikan oleh platform media sosial tersebut saat ini media sosial telah
digunakan sebagai media promosi. Media sosial telah dimanfaatkan oleh berbagai
kalangan baik dunia usaha maupun kalangan lembaga nirlaba.
Perpustakaan
sebagai lembaga nirlaba yang berinteraksi dengan pengguna perpustakaan
(pemustaka) yang merupakan pelanggan dari perpustakaan. Agar pelanggan
perpustakaan terus aktif memanfaatkan produk-produk perpustakaan maka pihak
perpustakaan perlu memberikan informasi terupdate nya melalui promosi mengenai
perpustakaan baik itu aktifitas, koleksi, layanan dan hal-hal lainnya.
Sesuai dengan uraian dan hasil kajian dari TOWS terhadap perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara bahwa media sosial Intagram merupakan menjadi prioritas pertama dan selanjutnya Facebook lalu Youtube
Mengapa platform media sosial tersebut dipilih dengan
alasan bahwa setiap orang melakukan kunjungan wisata pasti melakukan foto
selfie, maka begitu orang yang berkunjung ke Istana Maimon melakukan foto-foto
selfi dengan background istana Maimon pasti akan melihat gedung perpustakaan di
depannya. Selanjutnya foto selfi yang dilakukan oleh pengunjung istana Maimon
akan di upload di media sosialnya, dan ini bisa bisa kita buat Tagline
#Perpustakaan yang didepannya ada Istana Maimon. Seperti diketahui kebanyakan
masyarakat dalam menggunakan media sosial nya hampir kebanyakan dari tiga
platform media sosial tersebut diatas.
Komentar
Posting Komentar